Minggu, 24 Mei 2009

PUISI ANGKATAN 45

Tanah Air

(I)


Hanya senyumanmu saja / suram mendalam. / Selainnya masih gelap berselubung / tak kenal bintang. / Sedang hari baru tiba kepada senja!

Ini aku tidak tahu / haruskah aku nantikan Engkau / dengan bercermin di langit mendung melalui malam kelam / yang belum tentu ia berbulan?!

(II)

Lihat! Alam tiada semarak lagi / Langit tinggal bayangnya saja / melengkung curam! Di situ rupanya penuh bertimbun kekayaan. / Surga! Begitu tiap manusia bilang / tapi bila datang kebinasaan / dari kedahsatan benci dan pembunuhan / di situ, di situ pula kita terpelanting / ke dalam jurang!

Jika begini / tak ada lagi yang tampak menguak harapan / hanya itu senyumanmu saja / yang suram mendalam. / sedang hari baru tiba kepada senja!

(III)

kekasihku, / di sini, di antara bunga-bunga kuncup yang belum tahu / warna serta wanginya ini / dengan bercermin di kabut mendung ini / akan kunantikan Engkau / sampai hariku satu-satu berlepasan!

Kapan itu selubung gelap pecah terbuka / dan kapan lagi itu / bayangan bulan yang kecut muram jadi ketawa / menyentakkan layar malam bertemu dengan matari / mengulur pagi bercinta?

Dalam kemestian melalui malam ini / aku tidak peduli kepada jam mati / yang lupa akan detikan, / Cuma itu saja: senyumanmu! / suram mendalam / bayang kurban kebengisan kubuat jadi pedoman!

S. Rukiah

Tidak ada komentar:

TERIMA KASIH

Terima kasih untuk anda yang telah melihat dan membaca isi dari blog ini, untuk bisa menggunakan blog ini secara efektif anda bisa langsung melihat arcive yang berada di samping kiri
satu hal yang bisa anda lakukan adalah memberi komentar yang membangun............,,